"Anak-anak sudah lebih dari setahun melakukan pembelajaran jarak jauh secara daring, dengan mengandalkan sambungan internet," tutur Rahma, psikolog klinis dari Siloam Hospitals Balikpapan melalui edukasi webinar, belum lama ini.
Menurut Rahma, pada tahap ini anak cenderung bersikap egosentris hingga ada kecenderungan untuk membandingkan dirinya dengan orang lain, seperti saat dia melihat temannya melakukan sesuatu yang tidak dilakukan.
Maka, lanjutnya, akan muncul perasaan rendah diri, oleh karena itu anak diajak untuk peka pada keadaan sekitar. Salah satunya saat nanti pembelajaran tatap muka, anak harus dapat bersikap beradaptasi dengan situasi yang ada saat ini.
"Misalnya, untuk taat prokes, menjaga kesehatan dan tetap fokus untuk belajar. Anak diajak juga untuk dapat bersikap mandiri saat di sekolah," katanya.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics Journal dan dilakukan di Hubei China, serta melibatkan 2.330 anak sekolah, membuktikan anak-anak usia sekolah yang mengalami karantina proses belajar akibat Covid-19 menunjukkan beberapa tanda-tanda tekanan emosional.