Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Intel Soeharto Perdayai Agen Uni Soviet KGB di Indonesia

Selasa, 15 Februari 2022 - 06:59:00 WIB
Kisah Intel Soeharto Perdayai Agen Uni Soviet KGB di Indonesia
Foto paspor Petrov alias Houdini sekitar tahun 1972 (foto : repro)
Advertisement . Scroll to see content

Satsus Intel mengantongi laporan, pada awal 70-an, Oleg Brykin telah merekrut  dua orang yang bekerja di kedutaan Inggris. Untuk mengikuti sepak terjang Brykin, Satsus Intel mencoba melacak data mahasiswa Indonesia yang pernah belajar di blok Soviet.

Namun sayang, departemen pendidikan mengatakan arsip tersebut tidak dapat ditemukan. "Kemudian beralasan bahwa arsip-arsip telah turut hancur ketika Departemen Luar Negeri diserbu massa pada awal 1966".

Satsus Intel rezim Soeharto terus melakukan kontraintelijen dari kerja-kerja senyap agen rahasia Soviet. Pada pertengahan tahun 1972, Satsus Intel berhasil mengkooptasi Nikolai Grigoryevich Petrov, seorang Kapten GRU berusia 33 tahun.

Petrov lima tahun belajar bahasa Indonesia dan cakap ngobrol bahasa Jawa pasaran. Dia merupakan agen Soviet yang awalnya menyamar sebagai juru bahasa dalam Proyek 055.

Proyek 055 di Surabaya merupakan proyek pemberian sisa bantuan Soviet kepada Angkatan Laut Indonesia. Petrov yang kemudian bekerja di kedutaan Soviet, datang ke Jakarta bersama kontingen GRU yang berjumlah sepuluh orang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut