Kisah Intel Soeharto Perdayai Agen Uni Soviet KGB di Indonesia
Satsus Intel mengantongi laporan, pada awal 70-an, Oleg Brykin telah merekrut dua orang yang bekerja di kedutaan Inggris. Untuk mengikuti sepak terjang Brykin, Satsus Intel mencoba melacak data mahasiswa Indonesia yang pernah belajar di blok Soviet.
Namun sayang, departemen pendidikan mengatakan arsip tersebut tidak dapat ditemukan. "Kemudian beralasan bahwa arsip-arsip telah turut hancur ketika Departemen Luar Negeri diserbu massa pada awal 1966".
Satsus Intel rezim Soeharto terus melakukan kontraintelijen dari kerja-kerja senyap agen rahasia Soviet. Pada pertengahan tahun 1972, Satsus Intel berhasil mengkooptasi Nikolai Grigoryevich Petrov, seorang Kapten GRU berusia 33 tahun.
Petrov lima tahun belajar bahasa Indonesia dan cakap ngobrol bahasa Jawa pasaran. Dia merupakan agen Soviet yang awalnya menyamar sebagai juru bahasa dalam Proyek 055.
Proyek 055 di Surabaya merupakan proyek pemberian sisa bantuan Soviet kepada Angkatan Laut Indonesia. Petrov yang kemudian bekerja di kedutaan Soviet, datang ke Jakarta bersama kontingen GRU yang berjumlah sepuluh orang.