Kisah Intel Soeharto Perdayai Agen Uni Soviet KGB di Indonesia
Ken Conboy menyebut nama Boris Liapine, salah satu pejabat Atase Kebudayaan. Liapine merupakan agen KGB yang gerak geriknya dalam pantauan tim Satsus Intel (Satuan Khusus Intelijen).
Satsus Intel merupakan sebuah unit baru Bakin (Badan Koordinasi Intelijen Negara) yang didirikan 16 November 1968. Pendirian Satsus Intel setelah adanya kunjungan Clarence “Ed” Barbier, salah seorang pejabat CIA (Central Intelligence Agency), agen intelijen Amerika Serikat.
Clarence Barbier yang kemudian bekerja di kedutaan merupakan Kepala Stasiun CIA yang khusus mengawasi hubungan dengan Bakin. Barbier tercatat sebagai intelijen angkatan laut pada Perang Dunia II yang memiliki keahlian bahasa Jepang.
Barbier juga pernah bergabung dalam marinir Amerika Serikat pada Perang Pasifik. Kunjungannya mendorong Kolonel Nicklany, Wakil Asisten Intelijen Kopkamtib menegaskan gagasan perlu adanya Satsus Intel .
Nicklany ingin ada unit khusus di Bakin yang memiliki tugas kontra intelijen asing, yaitu menangkap mata-mata asing yang beroperasi di Indonesia. Maka berdirilah Satsus Intel.