Kisah Intel Soeharto Perdayai Agen Uni Soviet KGB di Indonesia
Ken Conboy dalam buku “ Intel, Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia”, menyebut Boris Liapine yang diawasi satsus intel yakni agen lapangan KGB yang berkedok Deputi Atase Kebudayaan.
Satsus Intel menjuluki setiap agen KGB dan GRU yang diawasi dengan sebutan “Gatot”. Begitu juga dengan agen Boris Liapine. Gatot merupakan sebuah nama yang umum dipakai masyarakat Jawa.
"Para agen lapangan satsus intel seringkali mengikutinya (Boris Liapine) hingga dini hari di tempat-tempat hiburan malam di Menteng. Di tempat itu ia biasanya minum sampai tak sadarkan diri”.
Agen Soviet lain yang dipantau Satsus Intel yakni Vladislav Romanov. Romanov seorang Rusia bertampang ganteng. Dia ahli bahasa yang tercatat sebagai salah satu diplomat Soviet yang bekerja di Atase Politik.
Begitu juga dengan agen Oleg Brykin. Brykin dianggap berbahaya karena piawai membangun jaringan. Ia juga andal merekrut anggota baru.