Moral seperti ini seharusnya terus mengalir dalam keseharian kita di berbagai lembaran kehidupan. Sangat disayangkan, akhlak mulia yang menjadi bagian penting dari ajaran Islam ini mulai pudar dalam kehidupan masyarakat kita. Kita sudah terlalu terbiasa melanggar peraturan lalu lintas. Bahkan, ketika melanggar, kita bukannya sadar lalu berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Kita justru merasa bangga telah melanggar peraturan lalu lintas tanpa diketahui aparat.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Hadirin jamaah shalat 'Ied, rahimakumullah.
3. Kepedulian Sosial
Kalau ibadah qurban menjadi sarana orang-orang miskin menikmati kekayaan orang mampu, maka ibadah puasa, menjadi wahana orang-orang kaya merasakan penderitaan si papa. Benar-benar merasakan, bukan sebatas teori dan untuk kepentingan sesaat saja.
Puasa mendidik kita menjadi orang yang peka terhadap kepedulian sosial. Karenanya, sebagaimana diriwayatkan Abdullah bin Abbas, bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Tapi di bulan Ramadhan, kedermawanannya lebih meningkat lagi.
Untuk itu, menjelang Idul Fitri kita diwajibkan membayar zakat fitrah. Tujuannya, agar jangan ada di antara kaum Muslimin yang merasa sedih saat hari kemenangan itu tiba. Kita dianjurkan untuk berbagi karena ciri-ciri orang bertakwa dalam surah Al-Baqarah, Allah menyebutkan bahwa di antara tanda orang muttaqin adalah gemar berinfaq. Allah berfirman:
الم (1) ذلك الكتاب لا ريب فيه هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (٢) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بالغيب ويُقيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ (۳)