Sejatinya, ketika Ramadhan berlalu, ia akan meninggalkan bekas. Inilah di antara ciri diterimanya sebuah ibadah. Seorang ulama pernah berkata, "Ketaatan itu diterima ketika ia melahirkan ketaatan yang lain."
Jika di antara kita banyak yang telah melakukan ibadah, tapi masih sering bergelimang maksiat, kita harus segera mengoreksi diri. Jangan-jangan ibadah kita hanya sebatas kegiatan rutin di mata manusia dan sia-sia di hadapan Allah.
Sejatinya pula, ibadah membawa perubahan pada tingkah laku kita, pada sikap kita, pada moral kita.
Pertama kali disebarkan dengan moral, bukan dengan jabatan dan harta. Dengan berjuluk al-Amin alias terpercaya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah. Sebab semua perilaku bermuara pada moral, maka rangkaian ibadah semestinya melahirkan moralitas yang baik.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Hadirin jamaah shalat 'Ied, rahimakumullah,
Ibadah puasa seharusnya melahirkan serangkaian ketaatan dan moral. Di antara nilai moral yang bisa dilahirkan dari ibadah Ramadhan adalah: