Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad, Lengkap dengan Dalilnya
Namun jika makmum tidak mendengarkan imam membaca (karena dibaca secara sirr), maka ia wajib membaca Al Fatihah. Pendapat jumhur ulama, setelah membaca Al Fatihah, disunnahkan mengucapkan "amin" dengan jahr (keras).
8. Membaca surat dari Al Qur’an
Setelah surah Al Fatihah, disunnahkan membaca surat dari Al Qur’an (selain Al Fatihah) yang dihafal. Disunnahkan untuk dibaca dengan jahr (keras) di shalat jahriyyah (maghrib, isya’, dan subuh).
9. Rukuk
Setelah itu, mengucap "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan, sama seperti cara takbiratul ihram. Kemudian membungkukkan badan sehingga punggung dan kepala dalam keadaan lurus, telapak tangan menggenggam lutut dengan jari-jari direnggangkan.
Dari Abu Humaid As Sa’idi mengatakan:
"Nabi shallallahu’alaihi wasallam jika rukuk, beliau meletakkan kedua tangannya pada lututnya, dan meluruskan punggungnya” (HR. Al Bukhari). Ketika rukuk membaca doa: "Subhaana rabbiyal ‘azhiim" sebanyak 3x atau lebih.
10. I’tidal (bangun dari rukuk)
Bangun dari rukuk hingga berdiri tegak sambil mengucapkan: "sami’allahu liman hamidah"”, bagi imam atau orang yang shalat sendiri.