Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad, Lengkap dengan Dalilnya
6. Membaca ta’awudz dan basmalah
Setelah membaca iftitah, kemudian membaca ta’awudz yang hukumnya sunnah. Ada beberapa bacaan ta’awudz yang dianggap shahih, seperti berikut:
"a’uudzubillaahi minas syaithaanir rajiim" (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf) atau "a'uudzu billaahis samii’il ‘aliimi minasy syaithaanir rajiim” (HR. Abdurrazaq dalam Al Mushannaf). Ta’awudz dibaca secara sirr (lirih). Para ulama berbeda pendapat apakah basmalah dibaca secara jahr (keras) atau sirr (lirih).
7. Membaca Al Fatihah (rukun shalat)
Berikutnya dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah. Tidak sah shalat tanpa membaca Al Fatihah. Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab” (HR. Bukhari-Muslim).
Namun berbeda lagi bagi makmum, para ulama berbeda pendapat apakah makmum ikut membaca Al Fatihah ataukah diam mendengarkan bacaan imam. Yang rajih, jika makmum mendengar imam sedang membaca (secara jahr), maka ia wajib mendengarkan dan diam.