Khutbah Jum'at tentang Taubat sebelum Terlambat
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya: Adam dan Hawa berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al A’raf : 23).
Untuk itu dibutuhkan ilmu bagi seorang Muslim untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah supaya dirinya bisa bertaubat. Selain itu, juga dibutuhkan kerendahan hati yang mendorong dirinya bersedia bertaubat setelah melakukan kesalahan. Dalam sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengajarkan untuk melantunkan doa:
اَللَّهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Artinya:” Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya.”