Khutbah Jum'at tentang Taubat sebelum Terlambat
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَه. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مَحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن، أَمَّا بَعْدُ؛
قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Hadirin sidang shalat Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala,
Di dalam ajaran Islam, tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bersih dari dosa, kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Siapapun dia dan apapun status sosialnya; apakah dia seorang kiai, habib, ustadz, raja, pejabat, ahli hukum, hingga rakyat jelata; semuanya pasti pernah melakukan perbuatan dosa. Inilah yang dapat kita pahami dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَاءٌ...
Artinya: “Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan…”(H.R. At-Tirmidzi)
Hanya para Rasul yang senantiasa dituntun Allah ta’ala dalam tindakan dan perbuatan mereka sehingga terselamatkan dari dosa, dan di antaranya adalah Nabi tauladan kita, Nabiyullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman :