Khutbah Jum'at tentang Taubat sebelum Terlambat
Diibaratkan seseorang yang melakukan perjalanan kemudian tersesat, jika dia meneruskan perjalanannya maka dia akan semakin tersesat. Langkah terbaik yang harus dia lakukan adalah merubah arah kembali ke jalan semula dan melanjutkan perjalanan ke arah yang benar.
Hadirin sidang shalat Jum’at yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala.
Seseorang bisa kembali lagi ke jalan yang benar atau bertaubat, setidaknya, jika memenuhi tiga syarat.
Pertama, mengetahui dan meyakini bahwa dirinya telah menempuh jalan yang salah atau tersesat, baik tahu dari dirinya sendiri atau diberitahu orang lain. Seseorang bisa melakukan taubat jika dia mengetahui bahwa dirinya telah melakukan perbuatan salah atau dosa. Jika seseorang tidak mengetahui kesalahannya, mustahil dia bisa kembali ke jalan yang benar. Dia akan terus berkubang dalam dosa dan kesesatannya.
Kesadaran bahwa seseorang telah berbuat salah ditunjukkan oleh hatinya melalui penyesalan, dan ditunjukkan oleh lisannya dengan mengucapkan kalimat istighfar. Sebagaimana penyesalan dan istighfar Nabi Adam ‘alaihissalam dan isterinya ketika melanggar larangan Allah ta’ala.