يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ
“Wahai ‘Abdullah janganlah seperti si fulan. Dahulu ia rajin shalat malam, sekarang ia meninggalkan shalat malam tersebut.” [HR. Bukhari no. 1152 dan Muslim no. 1159].
Bersemangatlah untuk melakukan shalat malam, walaupun shalatnya dilakukan langsung setelah isya. Demikian juga semangatlah untuk mengerjakan shalat witir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوْا فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ
“Wahai Ahlul Qur’an, shalat witirlah kalian. Karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu witir (Maha Esa) dan mencintai orang-orang yang melakukan shalat witir.” [HR. At-Tirmidzi].