Ucapan yang baik adalah seseorang memperbanyak kalimat-kalimat yang baik, mengurangi ucapan yang mubah, dan menahan diri dari ucapan yang haram. Inilah maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” [Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47].
Kemudian kamar-kamar ini juga diperuntukkan kepada mereka yang memberi makan orang lain. Memberi makan adalah sebaik-baik sedekah dan ibadah. Yaitu kita berikan makanan kepada orang miskin dan mereka yang membutuhkan. Kita memberi makan para tamu. Memberi makan anggota keluarga dan orang-orang yang menjadi tanggungan kita. dengan perbuatan tersebut kita berharap pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya,
وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا *إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا