Meski Kasus Campak Turun Tajam, Kemenkes Ingatkan Tim Medis Tidak Abaikan Gejala Penyakit
Meski demikian, risiko penularan masih tetap ada, terutama pada kelompok dengan paparan tinggi. Data nasional menunjukkan sekitar 8 persen kasus campak menyerang kelompok dewasa berusia di atas 18 tahun.
Pada kelompok ini, risiko komplikasi dapat meningkat karena faktor komorbid serta intensitas paparan yang tinggi.
Untuk itu, Kemenkes menegaskan sistem pengawasan penyakit tetap berjalan ketat di seluruh daerah. Pemantauan dilakukan melalui metode New All Record (NAR) serta Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang dilaporkan fasilitas kesehatan.
Data tersebut kemudian diverifikasi bersama dinas kesehatan daerah untuk memastikan akurasi. Selain pengawasan, pemerintah juga mendorong peningkatan cakupan vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus.
Kemenkes mengimbau masyarakat serta tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksin untuk segera melengkapi imunisasi. Langkah ini dinilai penting untuk memutus rantai penularan campak di Indonesia.