Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Terbit, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan
Advertisement . Scroll to see content

Stok Vaksin MR Nasional 9,8 Juta Dosis, Cukup untuk Vaksinasi Campak Dewasa

Kamis, 09 April 2026 - 11:22:00 WIB
Stok Vaksin MR Nasional 9,8 Juta Dosis, Cukup untuk Vaksinasi Campak Dewasa
Kemenkes menyebut stok vaksin Measles-Rubella (MR) saat ini mencapai 9,8 juta dosis untuk mendukung program vaksinasi orang dewasa. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memastikan stok vaksin Measles-Rubella (MR) nasional dalam kondisi aman setelah izin vaksin campak untuk kelompok usia dewasa resmi diterbitkan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut stok saat ini mencapai 9,8 juta dosis.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mendukung program vaksinasi prioritas bagi tenaga kesehatan. Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes L Rizka Andalusia mengatakan vaksinasi dewasa akan difokuskan pada kelompok berisiko tinggi, terutama tenaga kesehatan yang menangani pasien secara langsung.

“Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” kata Rizka saat jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, Rabu (08/04).

Dia menjelaskan, program vaksinasi akan menyasar 39.212 tenaga medis serta 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan vaksin bagi 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship. Dengan demikian total kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa diperkirakan sekitar 290 ribu dosis.

Rizka memastikan stok vaksin nasional sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menurutnya, pemerintah memiliki sistem pemantauan distribusi vaksin yang memungkinkan pengawasan stok secara real-time di seluruh daerah.

“Kami menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan menjadi rusak. Karena kami punya suatu mekanisme pemantauan vaksin yang namanya SMILE melalui Satu Sehat Logistik, sehingga kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time,” ujar Rizka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut