Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Meski Kasus Campak Turun Tajam, Kemenkes Ingatkan Tim Medis Tidak Abaikan Gejala Penyakit
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Meninggalnya Dokter di Cianjur usai Tertular Campak saat Bertugas

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:00:00 WIB
Kronologi Meninggalnya Dokter di Cianjur usai Tertular Campak saat Bertugas
Ilustrasi dokter di Cianjur tertular campak saat bertugas. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan kronologi meninggalnya dokter magang berinisial AMW (25) di Cianjur, Jawa Barat, yang didiagnosis campak dengan komplikasi gangguan jantung dan otak.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andri Saguni, AMW berdinas di RSUD Pagelan menangani kasus campak pada 8-16 Maret 2026.

Lalu, pada 18 Maret ia mengeluh demam, flu, dan batuk, sehingga meminta izin tidak berdinas. Permintaan itu pun diizinkan. Namun, AMW tetap datang berdinas sif pagi selama tiga hari berturut-turut dan menangani kasus campak pada 19 dan 21 Maret.

“Kasus tetap datang juga untuk berdinas sif pagi selama tiga hari berturut-turut. Ada kasus campak yang ditangani pada tanggal 19 dan 21. Kemudian tanggal 21, timbul rash atau ruam, kasus tetap berdinas dan menangani suspek campak di IGD saat berdinas. Kasus mengajukan cuti karena kondisi makin melemah,” kata Andri dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Selanjutnya, pada 25 Maret pukul 23.00 AMW masuk IGD RSUD Cimacan dengan dibawa oleh anggota keluarga. Menurut keterangan, AMW mengalami penurunan kesadaran satu jam sebelumnya. 

Kemudian, pada 26 Maret pukul 00.30, AMW langsung dirujuk ke ICU, tetapi kondisinya memburuk pada pukul 09.15 WIB sehingga dilakukan intubasi. Pukul 11.30 WIB, AMW dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis akhir campak dengan gangguan jantung dan otak.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut