Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter Internsip Meninggal karena Campak, Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Tenaga Medis
Advertisement . Scroll to see content

Meski Kasus Campak Turun Tajam, Kemenkes Ingatkan Tim Medis Tidak Abaikan Gejala Penyakit

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:17:00 WIB
Meski Kasus Campak Turun Tajam, Kemenkes Ingatkan Tim Medis Tidak Abaikan Gejala Penyakit
Kemenkes) mengingatkan tenaga kesehatan agar tidak mengabaikan gejala penyakit campak meskipun kasus menurun. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan tenaga kesehatan agar tidak mengabaikan gejala penyakit campak meskipun kasus menurun. Imbauan ini disampaikan setelah seorang dokter internsip meninggal akibat komplikasi campak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr Andi Saguni menekankan pentingnya disiplin operasional bagi tenaga kesehatan.

“Jika muncul gejala sekecil apa pun, segera melapor, beristirahat penuh, dan tidak memaksakan diri untuk bertugas,” ujar dr Andi dalam konferensi pers daring, Senin (30/3/2026).

Menurut data Kemenkes, kasus campak di Indonesia memang menunjukkan tren penurunan signifikan. Hingga minggu ke-12 tahun 2026, jumlah kasus turun 93 persen dari 2.220 kasus pada awal tahun menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret.

Penurunan tersebut terpantau di berbagai daerah yang sebelumnya mengalami lonjakan kasus. “Tren penurunan ini terpantau konsisten di 14 provinsi dan 10 kabupaten/kota dengan riwayat lonjakan kasus pada akhir 2025 dan awal 2026,” kata dr Andi.

Meski demikian, risiko penularan masih tetap ada, terutama pada kelompok dengan paparan tinggi. Data nasional menunjukkan sekitar 8 persen kasus campak menyerang kelompok dewasa berusia di atas 18 tahun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut