Menakar Strategi Krakatau Steel ketika Indonesia Kebanjiran Baja Impor
Sejak 2022, KRAS berkomitmen meningkatkan utilitas hingga 80 persen agar dapat membidik pasar domestik, sekaligus mencegah suplai baja dari negara lain. Adapun kapasitas terpasang atau kemampuan produksi KRAS berasal dari pabrik HSM1 dan HSM2, di mana masing-masing sebesar 2,4 juta dan 1,5 juta ton per tahun.
Krakatau Steel dan Pohang Iron and Steel Company (Posco) sepakat menambah investasi sebesar 3,5 miliar dolar AS atau setara Rp52 triliun mulai tahun ini. Aksi korporasi itu untuk memperluas kapasitas produksi KRAS dan mendorong hilirisasi industri baja nasional.
Posco adalah produsen baja terbesar keempat di dunia dengan tingkat produksi mencapai 42 juta ton per tahun. Perusahaan multinasional asal Korea Selatan itu memiliki investasi di berbagai negara baik di Asia, Amerika Serikat, Eropa, dan Australia.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan komitmen kerja sama KRAS dan Posco penting dilakukan untuk mendorong hilirisasi baja di Indonesia.
Menurut dia, pemerintah tengah mendorong hilirisasi industri untuk baja tahan karat atau stainless steel. Selain itu, masih ada fragmentasi rantai pasok, karena sebagian bahan baku masih tergantung dengan negara lain misalnya, Brazil dan Chile.