Menakar Strategi Krakatau Steel ketika Indonesia Kebanjiran Baja Impor
"Upaya perbaikan terus dilakukan agar pengguna besi dan baja nasional dapat beralih ke produk domestik, sehingga secara perlahan-lahan impor baja bisa ditekan," ungkap Silmy Karim.
Menakar strategi Krakatau Steel tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengatakan operasional pabrik HSM2 bisa menahan laju impor baja, terutama jenis HRC.
"Meski demikian, volume logam paduan asal negara asing belum dapat dicegah penuhnya," ujar Tauhid, kepada iNews,id, di Jakarta, Rabu (23/8/2023).
Tauhid mengungkapkan, konsumsi baja nasional pada 2022 berada di kisaran 16 juta ton, bahkan diperkirakan naik menjadi 17 juta ton hingga akhir 2023. Tren kenaikan ini seiring dengan pengerjaan proyek strategi nasional (PSN), pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dan kebutuhan atas proyek infrastruktur serta energi yang digarap pihak swasta.
"Walaupun permintaan pasar meningkat, kebutuhan logam dasar justru belum seluruhnya dapat dipasok oleh produsen baja di Tanah Air, termasuk Krakatau Steel," kata Tauhid.