Menakar Strategi Krakatau Steel ketika Indonesia Kebanjiran Baja Impor
Kini 2 tahun sudah pabrik HSM2 Krakatau Steel diresmikan. Selama dua tahun beroperasi, mampukah pabrik ini berproduksi maksimal untuk menekan volume baja impor?
Mantan direktur Utama KRAS, Silmy Karim, menjelaskan untuk meminimalisir impor, Krakatau Steel terus meningkatkan kapasitas produksi, salah satunya dilakukan dengan mengoperasikan pabrik hot strip mill 2 yang diproyeksikan sanggup memproduksi HRC 1,5 juta ton per tahun.
Sedangkan untuk mempercepat kapasitas produksi, lanjutnya, Krakatau Steel juga akan membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tambahan pada 2025, serta memproduksi turunan baja yang sudah dimulai pada 2022 lalu.
Dia memaparkan, secara kualitas produk-produk yang dihasilkan perseroan sudah bisa bersaing dengan produk asing. Masalah yang terjadi adalah banyak importir yang melakukan kecurangan dalam proses impor untuk mendapatkan keuntungan sehingga mengorbankan industri baja dalam negeri.
Aksi kecurangan ini, lanjutnya, menjadi perhatian manajemen Krakatau Steel untuk terus memperbaiki layanan dan kualitas produk baja, bahkan bisa bersaing secara harga.