Menakar Strategi Krakatau Steel ketika Indonesia Kebanjiran Baja Impor
BPS merinci HRC menjadi kontributor besar atas impor baja pada awal tahun ini dengan persentase 80.000 ton, lebih besar dari jenis section 36.000 ton dan coated sheet 35.000 ton. Namun, lebih kecil dari pipa baja sebesar 170.000 ton dan pelat 120.000 ton.
Produk setengah jadi berupa billet dan slab juga meningkat, di mana masing-masing di level 120.000 dan 95.000 ton. Namun, impor turun signifikan untuk produk ferroalloy sebanyak 352.000 ton.
"Perlu dicatat, impor produk hilir berupa pipa, pelat, HRC, section, dan coated sheet menjadi pesaing dari produk hilir baja dalam negeri. Itulah kenapa harus dikendalikan," tutur Tauhid.

Volume impor baja masih sangat tinggi dan menjadi penyebab rendahnya tingkat utilisasi industri baja nasional. Saat ini, utilisasi beberapa segmen produk baja masih di bawah 60 persen, jauh dari kondisi ideal yaitu 80 persen.
Terkait dengan itu, Tauhid menilai strategi Krakatau Steel untuk menekan impor baja dapat dilakukan dengan meningkatkan utilitas pabriknya dari kapasitas terpasang sebesar 3,9 juta ton per tahun saat ini.