Menabur Benih Energi Hijau, Siasat Pertamina Atasi Krisis Udara Bersih di Jabodetabek
Senada, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati memastikan, rancangan JIGT tidak hanya mengantisipasi tren peningkatan kebutuhan energi bersih, namun juga mendorong pertumbuhan makro ekonomi nasional.
Menurutnya, JIGT dibangun lebih modern, ramah lingkungan, dan tercanggih di Indonesia. Terminal ini nantinya dirancang sesuai dengan tren transisi energi dan pengembangan bisnis energi hijau masa depan Pertamina, selain menjadi terminal energi dengan standar operasional terbaik.
“JIGT juga dirancang untuk mengantisipasi tren peningkatan kebutuhan energi yang sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh Nicke
Bukan kali pertama Pertamina merealisasikan komitmennya mendukung program pemerintah untuk mencapai netral karbon atau net zero emissions. Pembangunan JIGT hanyalah tindaklanjut atau salah satu dari berbagai aksi korporasi yang dituangkan dalam peta jalan perusahaan ihwal transisi dan ketahanan energi nasional.
Nicke merinci ada sejumlah strategi perseroan untuk mencapai NZE pada 2060 atau lebih cepat diantaranya, menggunakan teknologi Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS), efisiensi kilang dan blok migas, menjalankan program Langit Biru dengan menyediakan produk BBM yang ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN).