Menabur Benih Energi Hijau, Siasat Pertamina Atasi Krisis Udara Bersih di Jabodetabek
JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) mengumumkan rencana pembangunan Jakarta Integrated Green Terminal (JIGT), sebuah proyek Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) ramah lingkungan dan modern. Aksi korporasi itu tentu menggembirakan masyarakat di tengah gempuran krisis udara bersih di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).
Tak tanggung-tanggung nilai investasi yang dibidik perseroan mencapai 350-550 juta dolar AS atau setara Rp5,3-8,3 triliun untuk tahap pertama pembangunan Jakarta Integrated Green Terminal. Agar mega proyek energi bersih ini berjalan mulus, Pertamina melalui Subholding Integrated Marine Logistics, PT Pertamina International Shipping (PIS), menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengendali bisnis pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Sumber pendanaan proyek diperoleh melalui skema kemitraan (strategic partnership) dengan sejumlah investor. Saat ini proses penjajakan masih dilakukan Pertamina International Shipping dan Pelindo, sehingga belum diketahui investor mana saja yang turut berpartisipasi.
JIGT dibangun di area bebas penduduk atau berada di perairan Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kawasan milik Pelindo. Konstruksinya dilakukan secara bertahap dan dimulai pada awal 2025, setelah proses front end engineering design (FEED) dan final investment decision (FID) dirampungkan pada 2024 mendatang. Adapun lokasi pembangunan TBBM sudah direklamasi Pelindo sejak 2019 lalu.
Menurut Kementerian BUMN JIGT akan menjadi katalisator atas perbaikan udara di Jakarta dan daerah penyangga Ibu Kota, kawasan sentral Indonesia yang kini dihantam polusi. Sebab itu, proyek prestisius ini diperhitungkan lantaran memperkuat pasokan bahan bakar rendah karbon di Jabodetabek.