Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dukung Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
Advertisement . Scroll to see content

Menabur Benih Energi Hijau, Siasat Pertamina Atasi Krisis Udara Bersih di Jabodetabek

Selasa, 17 Oktober 2023 - 14:14:00 WIB
Menabur Benih Energi Hijau, Siasat Pertamina Atasi Krisis Udara Bersih di Jabodetabek
Ilustrasi Pertamina bangun JIGT untuk atasi krisis udara bersis di Jabodebek (IG Pertamina)
Advertisement . Scroll to see content

"Semoga ini menjadi awal yang baik untuk menjadikan JIGT global benchmark pelabuhan pertama Indonesia di green terminal, tapi juga menjadi katalis untuk menjadikan Jakarta yang lebih ramah lingkungan," ujar Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. 

Keberadaannya pun diyakini bisa mereduksi emisi dari kendaraan berbahan bakar fosil yang disinyalir menjadi penyebab utama polutan. Memang, di Jabodetabek polusi udara tengah berkecamuk. Pencemaran udara ini telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan, bahkan termasuk dalam salah satu kondisi paling buruk di dunia.

Kendaraan berbahan bakar minyak konvensional menjadi kontributor besar polusi udara, selain sektor industri. Tercatat, jumlah kendaraan pribadi berbasis BBM fosil mencapai 21,8 unit pada akhir 2022. Data ini tercatat dalam laporan statistik Indonesia 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut laporan tersebut, selama periode 2020-2022 jumlah mobil penumpang di Jakarta bertambah 1,6 jutaan unit. 
 
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sumbangsi sektor transportasi darat berbahan bakar fosil terhadap polusi udara di Jakarta mencapai 44 persen, diikuti industri energi 31 persen, manufaktur industri 10 persen, perumahan 14 persen, lalu komersial 1 persen. 

Di sisi penghasil emisi karbon monoksida (CO) terbesar diberikan oleh kendaraan dengan persentase 96,36 persen atau 28.317 ton per tahun, disusul pembangkit listrik 1,76 persen atau setara 5.252 ton per tahun, dan industri 1,25 persen atau setara 3.738 ton per tahun.

Pemerintah melalui perusahaan pelat merah dipandang perlu mengambil langkah agresif untuk menanggulangi polusi udara di Jabodetabek. Dalam konteks di masa transisi menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060, kebijakan pembatasan kuota BBM bersubsidi untuk jenis Pertalite dan Solar diharuskan karena menyumbang emisi karbon monoksida yang cukup tinggi. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut