"Keduanya dibenturkan ke lantai sebanyak empat sampai lima kali. Tersangka kemudian melihat korban masih bergerak dan menginjak perut dan dada korban. Setelah itu dia mengecek nadinya. Setelah memastikan sudah tewas, mereka digendong dan dibawa ke parit dalam sekolah yang lokasinya di samping rumah tersangka," katanya.
Tersangka selanjutnya pergi dari rumah dan melarikan diri ke rumah temannya. Keesokan harinya, istri sekaligus ibu kedua korban menanyakan kepada tersangka tentang keberadaan anak-anaknya melalui telepon seluler. Namun dia tidak mendapat jawaban.
Kemudian tersangka mengirim chat lewat akun facebook dari warnet dan menyampaikan jika anaknya sudah dibunuh dan dibuang di parit samping Sekolah Global Prima Medan pada Minggu (21/6/2020) pukul 07.30 WIB.
"Setelah jenazah kedua bocah ini kita temukan, kami langsung melakukan penyelidikan dan mencari tersangka. Dalam kurun waktu delapan jam dari ditemukan jenazah, anggota menangkap tersangka di kawasan Delitua," ujarnya.