Seiring dengan adanya modernisasi, tarian ini digunakan untuk menyambut tamu yang akan datang. Tarian tobe dilakukan dengan nyanyian yang mengobarkan semangat serta tabuhan tifa.
Para penari tersebut akan mengenakan manik-manik dada, rok dari akar bahar serta daun-daun yang diselipkan di tubuh mereka. Penggunaan bahan alam sebagai simbol jika suku Asmat memiliki hubungan erat dengan alam.
Masyarakat suku Asmat menuturkan bahasa yang termasuk dalam kelompok Language Of The Southern Division, yaitu bahasa yang digolongkan oleh ahli linguistik sebagai bahasa bagian selatan Papua.
Penggolongan bahasa tersebut dipelajari oleh C. L. Voorhoeve pada 1965 dan masuk dalam kelompok bahasa Papua Non Melanesia. Bahasa asmat digolongkan berdasarkan wilayah tinggalnya, yaitu pantai, hilir dan hulu sungai.