Nama Kerajaan Majapahit diambil dari nama buah, yaitu maja. Buah ini banyak ditemukan di wilayah tersebut. Rasa dari buah satu ini adalah pahit, maka dari itu daerah tersebut dinamakan Majapahit. Tokoh yang berperan merintis berdirinya kerajaan ini adalah Raden Wijaya, cucu dari Mahesa Cempaka.
Terdapat 5 raja yang pernah memimpin Kerajaan Majapahit, di antaranya adalah Raden Wijaya (1292-1307), Jayanegara (1309-1328), Tribhuwanatunggadewi (1328-1350), Hayam Wuruk (1350-1389), dan Wikrama Wardhana (1289-1429).
Setelah Majapahit mencapai puncak kejayaan pada abad ke-14, kerajaan ini mengalami kemunduran dan keruntuhan seiring perjalanan waktu. Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan kemunduran Kerajaan Majapahit, antara lain adalah pemimpin Kerajaan Majapahit kurang memiliki keahlian dalam memimpin kerajaan besar.
Kemudian terjadi perang saudara (Paregreg). Banyak daerah jajahan yang melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit, serta pengaruh Islam yang mulai masuk dan berkembang di Indonesia.
4. Kerajaan Medang Kamulan
Medang Kamulan merupakan kerajaan bercorak agama Hindu. Agama yang paling berkembang di tengah masyarakat adalah Hindu Wisnu dan Hindu Siwa. Kerajaan ini terletak di Jombang, Jawa Timur. Kerajaan Medang Kamulan kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno. Medang Kamulan berdiri menjadi kerajaan tersendiri dan diperintah oleh dinasti baru, Dinasti Isyana (929).