Pengamanan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Petugas masih mendalami identitas pengirim, penerima, serta pihak yang diduga mengendalikan pengiriman barang tersebut.
Bandara Juanda berstatus sebagai bandara enclave civil. Dalam sistem pengamanannya, TNI AL Lanudal Juanda bertindak sebagai koordinator dan sektor utama pengamanan kawasan bandara.
Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana menegaskan petugas akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penyelundupan melalui bandara.
"Kita tidak tinggal diam, dengan cara modus operandi apa pun kita akan siaga dan gagalkan. Kami akan serahkan barang bukti ke Polresta Sidoarjo setelah pendalaman," ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Seluruh sabu dan obat keras yang diamankan selanjutnya diserahkan kepada Polresta Sidoarjo. Penyerahan dilakukan untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan kasus.
Polisi akan menelusuri pihak yang mengirim dan memiliki barang tersebut serta kemungkinan keterlibatan jaringan lain. Hingga kini, pemilik paket masih dalam pencarian.