Sepak Terjang Raden Ronggo Prawirodirjo III, Pejuang yang Disegani Belanda

Solichan Arif
Kisah Raden Ronggo Prawirodirjo III (1796-1810) merupakan Bupati Wedana Madiun sekaligus mertua Pangeran Diponegoro. (Foto: Istimewa).

Sementara karena takut oleh tekanan Belanda, Sultan HB II yang juga mertua Raden Ronggo III memutuskan meringkus menantunya tersebut. Raden Ronggo III telah dicap sebagai pemberontak.

Disokong oleh Belanda, Sultan HB II mengirimkan dekrit kepada seluruh Bupati Monconegoro bagian timur untuk menangkap Raden Ronggo Prawirodirjo III hidup atau mati.   

Pada 17 Desember 1810. Dalam pertempuran di Desa Sekaran, tepi Bengawan Solo wilayah Bojonegoro, Raden Ronggo Prawirodirjo III orang kepercayaannya, yakni Bupati Jipang-Kepadangan terbunuh.

Jenazah keduanya dibawa ke Yogyakarta dan dipertontonkan kepada masyarakat. Keduanya dimakamkan di permakaman Banyusumurup, yakni dekat Imogiri yang dikenal sebagai makam bagi mereka yang berani menentang raja.

Kelak, menantu Raden Ronggo Prawirodirjo III, yakni Pangeran Diponegoro dan putranya dari istri selir, yakni Sentot Alibasah Prawirodirjo memimpin Perang Jawa (1825-1830) melawan kolonial Belanda.   

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal