Sepak Terjang Raden Ronggo Prawirodirjo III, Pejuang yang Disegani Belanda

Solichan Arif
Kisah Raden Ronggo Prawirodirjo III (1796-1810) merupakan Bupati Wedana Madiun sekaligus mertua Pangeran Diponegoro. (Foto: Istimewa).

Pada masa itu Kerajaan Yogyakarta dan Surakarta berada dalam situasi perselisihan.

Raden Ronggo III diputuskan bersalah dan Belanda menuntut Sultan Yogyakarta menyerahkan kepada pemerintah Eropa. Kondisi terus ditekan, Sultan HB II akhirnya menyatakan bersedia.

“Sultan berjanji bahwa Raden Ronggo akan diberangkatkan ke Buitenzorg (Bogor) pada 26 November 1810”.

Mendengar akan dijadikan tawanan, Raden Ronggo Prawirodirjo III memilih melawan. Dia angkat kaki dari Istana Yogya dengan membawa serta 300 pasukan bersenjata lengkap.

Raden Ronggo Prawirodirjo III melarikan diri ke Madiun dengan meninggalkan dua pucuk surat di kediamannya di Kranggan Yogyakarta. Surat ditujukan kepada Tumenggung Notodiningrat dan dan Tumenggung Sumodiningrat.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal