Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!
MALANG, iNews.id - Belanda membangun benteng dalam jumlah masif untuk mengadang gerakan Pangeran Diponegoro. Sebanyak 258 benteng diperintahkan oleh Jenderal De Kock demi mengontrol perlawanan.
Benteng-benteng itu tersebar di berbagai wilayah seperti Pajang, Mataram, Kedu, Bagelen, Ledok, hingga Monconegoro Timur. Pembangunan ini menelan biaya sangat besar.
Namun, strategi ini justru jadi blunder. Kesalahan analisis medan tempur membuat Belanda kesulitan menghadapi strategi gerilya Diponegoro.
Pangeran Diponegoro bukan sekadar pemimpin spiritual. Dia juga ahli strategi perang. Bersama Kiai Mojo, Sentot Ali Basah, hingga Raden Prawirodirjo, dia menciptakan kekuatan militer rakyat yang tangguh.
Mereka menerapkan perang atrisi dan memilih lokasi yang sulit dijangkau Belanda. Akibatnya, banyak benteng dibangun di lokasi yang tidak strategis.