Kholil melaju dari arah selatan. Melihat banyak kendaraan dihentikan, ia semakin panik. Aba-aba petugas yang memintanya berhenti, tidak digubris. Kholil tetap menancap gas, berusaha menerobos petugas yang tengah melakukan pencegatan.
Motornya malah menabrak Fajar, salah seorang staf dinas perhubungan Kabupaten Blitar. Walaupun tidak sampai membuat luka parah, aksi Kholil yang nekat kabur sempat membuat heboh di lokasi kejadian. Petugas kemudian mengamankan Kholil yang gagal kabur.
"Saya minta maaf. Karena takut dan panik sampai menabrak petugas," tutur Kholil.
Dalam pemeriksaan, Kholil diketahui tidak membawa SIM maupun KTP. Petugas juga mengecek bungkusan di dalam tas yang dicangklong Kholil. Isinya tumpukan plastik klip dan beberapa obat CTM.
Kholil mengatakan, plastik klip untuk menyimpan silet cukur agar tidak mudah berkarat. Sedangkan obat CTM baru saja ia beli untuk istrinya yang mengalami alergi. "Obat untuk istri saya yang alergi,"ujar Kholil kepada petugas.