Permainan Tradisional Sunda, Sarat Nilai Positif dan Edukatif

Agus Warsudi
Anak-anak Sunda bermain permainan tradisional oray-orayan. (FOTO: ISTIMEWA)

Pistol bambu itu memanfaatkan tekanan udara, sehingga tidak boleh ada celah saat mengisi pelauru daun atau kertas basah agar tekanan udara yang dihasilkan cukup maksimal.

Setelah kedua sisi ujung bambu terisi peluru, pemain akan menekannya menggunakan penyodok yang juga terbuat dari bambu. Jika tekanan udara maksimal, peluru yang terlontar akan menimbulkan bunyi, bletok. Karena itu, permainan ini disebut bebelotokan. 

Biasanya, bebeletokan dimainkan oleh dua kelompok anak. Mereka membuat skenario permainan seperti saat perang di era revoluasi kemerdekaan. Ada yang berperan sebagai pejuang, kelompok lain menjadi tentang Belanda.

Mereka saling berhadapan dengan jarak sekitar enam meter. Setelah aba-aba permainan dimulai. Mereka saling serang dengan akurasi tembakan pada badan dan kaki kelompok lawan. 

Sebenarnya, tidak ada menang dan kalah dalam permainan. Yang lebih dominan adalah keceriaan dan gelak tawa. Setelah bermain bebeletokan, anak-anak dari dua kelompok akan kembali menyatu.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Latar Belakang Peristiwa Bandung Lautan Api Beserta Tokoh yang Terlibat

57 tahun lalu

Harga Beras di Pasar Tradisional di Kabupaten Bandung Masih Alami Kenaikan

57 tahun lalu

Ratusan Warga Bandung Antusias Olahraga Jalan Sehat Keliling GOR Arcamanik

57 tahun lalu

Hasil Liga 1: Persib Bandung Libas Rans Nusantara, Maung Bandung Pepet PSM di Papan Atas

57 tahun lalu

Festival Birukan Langit Indonesia Sukses Digelar di Bandung, Zulhas: Acara Ini Bawa 2 Misi Penting

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal