Permainan Tradisional Sunda, Sarat Nilai Positif dan Edukatif
Setelah syair berakhir, sang kepala berusaha menangkap bagian ekor. Sementara sang ekor mengatur strategi sehingga akan tampak seperti seekor ular yang meliuk-liuk karena antara kepala dengan ekor seakan saling mengejar.
Yang harus menyesuaikan barisan adalah bagian tubuh ular karena tidak boleh putus. Hal ini membuat bagian tubuh seakan meliuk-liuk untuk mengikuti gerakan kepala dan ekor.
Tidak ada istilah pertandingan dan keuletan serta kalah menang dalam permainan ini. Yang ada hanyalah ketangkasan dan lebih didominasi oleh keceriaan serta gelak tawa para pemain.
2. Bebeletokan

Permainan tradisional Sunda yang masih bertahan walaupun tidak seintens zaman dulu adalah bebeletokan. Alat permainan ini berupa pistol mainan dari bambu yang pelurunya dari daun-daunan atau kertas basah.
Bebeletokan juga dikenal anak-anak di daerah lain. Dalam memainkannya diperlukan keakuratan saat mengisi peluru dari daun atau kertas.