Permainan Tradisional Sunda, Sarat Nilai Positif dan Edukatif

Agus Warsudi
Anak-anak Sunda bermain permainan tradisional oray-orayan. (FOTO: ISTIMEWA)

Setelah syair berakhir, sang kepala berusaha menangkap bagian ekor. Sementara sang ekor mengatur strategi sehingga akan tampak seperti seekor ular yang meliuk-liuk karena antara kepala dengan ekor seakan saling mengejar. 

Yang harus menyesuaikan barisan adalah bagian tubuh ular karena tidak boleh putus. Hal ini membuat bagian tubuh seakan meliuk-liuk untuk mengikuti gerakan kepala dan ekor.

Tidak ada istilah pertandingan dan keuletan serta kalah menang dalam permainan ini. Yang ada hanyalah ketangkasan dan lebih didominasi oleh keceriaan serta gelak tawa para pemain.

2. Bebeletokan

Bebeletokan, pemainan anak Sunda. (FOTO: ISTIMEWA)

Permainan tradisional Sunda yang masih bertahan walaupun tidak seintens zaman dulu adalah bebeletokan. Alat permainan ini berupa pistol mainan dari bambu yang pelurunya dari daun-daunan atau kertas basah. 

Bebeletokan juga dikenal anak-anak di daerah lain. Dalam memainkannya diperlukan keakuratan saat mengisi peluru dari daun atau kertas.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Latar Belakang Peristiwa Bandung Lautan Api Beserta Tokoh yang Terlibat

57 tahun lalu

Harga Beras di Pasar Tradisional di Kabupaten Bandung Masih Alami Kenaikan

57 tahun lalu

Ratusan Warga Bandung Antusias Olahraga Jalan Sehat Keliling GOR Arcamanik

57 tahun lalu

Hasil Liga 1: Persib Bandung Libas Rans Nusantara, Maung Bandung Pepet PSM di Papan Atas

57 tahun lalu

Festival Birukan Langit Indonesia Sukses Digelar di Bandung, Zulhas: Acara Ini Bawa 2 Misi Penting

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal