Permainan Tradisional Sunda, Sarat Nilai Positif dan Edukatif

Agus Warsudi
Anak-anak Sunda bermain permainan tradisional oray-orayan. (FOTO: ISTIMEWA)

Saat bermain perepet jengkol, biasanya anak laki-laki akan memainkannya dengan anak laki-laki pula. Begitu juga anak perempuan dengan anak perempuan juga. Tapi tidak jarang bercampur baik laki-laki maupun perempuan.

Perepet jengkol dimainkan oleh tiga hingga empat anak dengan kaki para pemain saling mengait atau dianyam saling tindih. Tangan para pemain pun saling berpegangan. 

Kemudian, mereka meloncat-loncat berputar ke arah kiri sambil tepuk tangan. Selain itu, para pemain juga menyanyikan lagu, perepet jengkol dan bertepuk tangan.

Keseimbangan anak terlihat pada kemampuan anak bertahan mengangkat sebelah kaki mereka. Permainan ini dibuat beberapa kelompok. Yang dapat bertahan lama, tidak terjatuh, dan tercerai berai adalah pemenangnya.

Berdasarkan penelitian, permainan ini hanya ada di Jawa Barat. Sebab, belum ditemukan permainan serupa di daerah lain.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Latar Belakang Peristiwa Bandung Lautan Api Beserta Tokoh yang Terlibat

57 tahun lalu

Harga Beras di Pasar Tradisional di Kabupaten Bandung Masih Alami Kenaikan

57 tahun lalu

Ratusan Warga Bandung Antusias Olahraga Jalan Sehat Keliling GOR Arcamanik

57 tahun lalu

Hasil Liga 1: Persib Bandung Libas Rans Nusantara, Maung Bandung Pepet PSM di Papan Atas

57 tahun lalu

Festival Birukan Langit Indonesia Sukses Digelar di Bandung, Zulhas: Acara Ini Bawa 2 Misi Penting

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal