Kebiasaan Orang Sunda, Ramah Humoris dan Tidak Ambisius

Agus Warsudi
Ribuan perempuan cantik membawakan Tari Merak Kolosal di pelataran Gedung Sate, Kota Bandung. Tari Merak, salah satu tarian khas Sunda. (FOTO: ANTARA)

Biasanya, setelah nama depan, Asep akan ditambahi dengan nama akhir yang hampir serupa. Misal, Asep Gumasep, Euis Gumeulis, Engkom Komariah, dan lain-lain.

Para orang tua Sunda dulu banyak memberi nama anak Asep. Sebab, Asep berasal dari kata kasep yang artinya tampan. Namun kini, nama-nama khas Sunda sudah mulai ditinggalkan.

Saat ini, tidak banyak generasi milenial Sunda yang menggunakan nama-nama khas Sunda tersebut. Orang tua Sunda tidak lagi berpaku kepada nama-nama "tradisional" dalam memberi nama putra dan putri mereka.

7. Pandai Mambuat Akronim

Batagor, singkatan dari baso tahu goreng. (FOTO: ISTIMEWA)

Kebiasaan orang Sunda yang cukup dikenal adalah, pandai membuat akronim atau kependekan dari sesuatu, terutama makanan. Biasanya, gabungan dari dua atau tiga suku kata. 

Misalnya, cilok, gabungan dari kata aci dan dicolok. Kemudian, batagor, singkatan dari baso tahu goreng. Gehu, perpaduan dari tauge dan tahu. Cireng, aci digoreng. Combro, oncom di jero. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Safari Politik di Bandung, Anies Baswedan Ikuti Jalan Sehat hingga Hadiri NasDem Youth Festival

57 tahun lalu

6 Universitas di Bandung, Tempat Kuliah Soekarno dan Tokoh Nasional

57 tahun lalu

5 Wisata Hits di Bandung Raya, Cocok untuk Liburan Imlek 2023

57 tahun lalu

Bisnis Sabu via Medsos, Pasutri asal Bandung Ditangkap Polisi di Denpasar Bali

57 tahun lalu

Libur Imlek 2574, Ribuan Kendaraan Wisatawan Padati Exit Tol Pasteur Kota Bandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal