Orang Sunda memang sudah terbiasa menyelipkan humor dalam setiap perbincangan. Dulu orang Sunda, kreatif membuat sejenis pantun ala Sunda atau sisindiran.
Cerita-cerita lucu cangehgar (candaan ngeunah dan segar). Jika mengerti bahasa Sunda, tentu Anda tidak akan melewatkan menonton pementasan wayang golek, terutama sesi anak-anak Semar, yaitu, Cepot, Gareng, dan Dawala.
Obrolan tiga tokoh punakawan itu, pasti membuat penonton wayang golek tertawa terpingkal-pingkal karena sarat dengan humor.
4. F Dibaca P
Kebiasaan orang Sunda sulit untuk hilang adalah menyebut F dengan P. Bahkan kadang, menulis sebuah kata yang didalamnya seharusnya menggunakan huruf F, diganti dengan P.
Misalnya, aktif. Karena kabiasaan, orang Sunda menuliskannya dengan huruf P, menjadi aktip. Konferensi ditulis konperesi, dan lain-lain.