Papahare hampir sama dengan botram. Acara makan berjamaah di satu tempat yang direncanakan tapi bukan di restoran. Setiap orang membawa makanan sendiri-diri dari rumah. Kemudian disantap dan saling bertukar lauk dengan yang lain.
Kemudian, balakecrakan, yang arti dalam bahasa Indonesia juga sama, yaitu berkumpul bersama untuk makan-makan atau makan berjamaah. Balakecrakan biasanya menggunakan daun pisang yang dihamparkan di lantai beralas tikar.
Di atas daun pisang itu, diletakan nasi, lauk pauk, sambal, lalap, dan lain-lain. Setelah semua telah siap, orang-orang yang ikut dalam balakecrakan akan duduk di sisi kanan dan kiri daun pisang untuk menyantap makanan yang telah disediakan.
Kebiasaan makan bersama ini menambah keakraban di antara sesama walaupun para peserta berbeda asal usul, suku, ras, dan agama. Itu nilai filosofi dari makan bersama khas Sunda.
10. Kreatif
Kebiasaan orang Sunda yang juga mudah dikenali adalah kreatif atau dalam bahasa Sunda, motekar. Kota Bandung dinobatkan sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia.