Balas Serangan, Iran Gempur Pangkalan AS dan Klaim Hancurkan Pusat AI Serta Depot Drone
JAKARTA, iNews.id – Konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan balasan besar-besaran.
Dalam operasi militer terbarunya, Teheran mengklaim telah melancarkan serangan drone yang sukses menghancurkan pusat kecerdasan buatan (AI) utama dan depot drone milik militer Amerika Serikat di pangkalan Bahrain.
IRGC menegaskan bahwa gempuran masif tersebut merupakan respons langsung atas tindakan militer AS yang dituding melakukan kejahatan perang setelah membombardir sejumlah infrastruktur sipil dan jembatan strategis di wilayah Iran pada malam sebelumnya.
Baku hantam antar kedua kekuatan militer ini dipicu oleh eskalasi serangan udara yang berlangsung ketat di beberapa titik strategis. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dilaporkan telah meluncurkan serangan udara malam ketujuh berturut-turut yang menargetkan lokasi pengawasan, infrastruktur logistik, hingga gudang penyimpanan senjata bawah tanah milik Iran.
Salah satu keberhasilan operasi militer AS yang dikonfirmasi adalah penghancuran menara pengawas di Pelabuhan Syahid Kalantari, sebuah fasilitas maritim di garis pantai Teluk Oman yang selama ini digunakan Iran untuk melacak dan menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Selain itu, dua jembatan penghubung utama di Provinsi Hormozgan juga dilaporkan hancur akibat serangan udara yang diklaim diluncurkan oleh pihak militer Amerika Serikat.