Ini Tantangan Moderasi Beragama di Era Disrupsi, Berita Hoaks dan Konten Radikal

Agus Warsudi
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily. (FOTO: ISTIMEWA)

Kemudian syura (musyawarah), ishlah (reformasi), aulawiyah (mendahulukan yang prioritas), serta terakhir  tathawwur wa ibtikar (dinamis dan inovatif).

Kang Ace yang juga alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung itu mengatakan ada enam ciri beragama secara moderat. 

Pertama, memahamai realitas. Kedua, memahami prioritas dan Ketiga, memahami prinsip gradualitas (sunnatu at-tadarruj) dalam segala hal.

Keempat, memudahkan dalam beragama. Tidak ketat dan kaku. Kelima, mengedepankan dialog, mau mendengar argumen kelompok lain dan tidak menganggap semua yang berbeda dengan pendapatnya pasti salah. “Keenam, bersikap terbuka dengan dunia luar dan toleran,” ujar dia.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wapres: Moderasi Beragama dan Toleransi Kunci Rawat Kerukunan

57 tahun lalu

Kemenag Ajak Tokoh Agama Sulut Tingkatkan Moderasi Beragama di Bulan Ramadhan

57 tahun lalu

Santri di Bandung Diharapkan Jadi Pioner Kedepankan Moderasi Beragama sebagai Tren

57 tahun lalu

Kemenag Ajak Pimpinan Gereja di Sulut Dukung Moderasi Beragama 

57 tahun lalu

Masifkan Moderasi Beragama di Sulawesi Utara, Kemenag Minta Pejabat Kreatif 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal