Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wapres: Moderasi Beragama dan Toleransi Kunci Rawat Kerukunan
Advertisement . Scroll to see content

Ini Tantangan Moderasi Beragama di Era Disrupsi, Berita Hoaks dan Konten Radikal

Sabtu, 08 April 2023 - 17:16:00 WIB
Ini Tantangan Moderasi Beragama di Era Disrupsi, Berita Hoaks dan Konten Radikal
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily. (FOTO: ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

“ISIS berhasil mengubah konsep jihad menjadi urusan keluarga, dengan peran semua orang,” ujar Kang Ace mengutip pendapat Pengamat Radikalisme Internasional, Sidney Jones.

Sulit membayangkan sekitar 40 perempuan Indonesia dan 100 anak-anak di bawah 15 tahun berada di Suriah. Sebagian merasa terjebak oleh ajakan untuk berjihad, sebagian lain memang sadar penuh menjadi bagian dari ISIS.

Karena itu Kang Ace mengajak semua pihak untuk bisa menyosialisasikan moderasi beragama ke masyarakat. “Kita harus menjelaskan Indonesia bukan negara sekuler, juga bukan negara agama. Negara juga wajib memberi jaminan dan perlindungan kebebesan beragama serta melindungi kebhinekaan atau keragaman agama, budaya, dan ras,” tutur dia.

Kang Ace memberikan beberapa ciri sikap moderat dalam beragama yang harus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan negara.

“Pertama moderasi beragama dapat ditunjukkan melalui sikap tawazun (berkeseimbangan), i’tidal (lurus dan tegas), tasamuh (toleransi), dan musawah (egaliter),” ucap Kang Ace.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut