Ini Tantangan Moderasi Beragama di Era Disrupsi, Berita Hoaks dan Konten Radikal

Agus Warsudi
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily. (FOTO: ISTIMEWA)

“ISIS berhasil mengubah konsep jihad menjadi urusan keluarga, dengan peran semua orang,” ujar Kang Ace mengutip pendapat Pengamat Radikalisme Internasional, Sidney Jones.

Sulit membayangkan sekitar 40 perempuan Indonesia dan 100 anak-anak di bawah 15 tahun berada di Suriah. Sebagian merasa terjebak oleh ajakan untuk berjihad, sebagian lain memang sadar penuh menjadi bagian dari ISIS.

Karena itu Kang Ace mengajak semua pihak untuk bisa menyosialisasikan moderasi beragama ke masyarakat. “Kita harus menjelaskan Indonesia bukan negara sekuler, juga bukan negara agama. Negara juga wajib memberi jaminan dan perlindungan kebebesan beragama serta melindungi kebhinekaan atau keragaman agama, budaya, dan ras,” tutur dia.

Kang Ace memberikan beberapa ciri sikap moderat dalam beragama yang harus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan negara.

“Pertama moderasi beragama dapat ditunjukkan melalui sikap tawazun (berkeseimbangan), i’tidal (lurus dan tegas), tasamuh (toleransi), dan musawah (egaliter),” ucap Kang Ace.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wapres: Moderasi Beragama dan Toleransi Kunci Rawat Kerukunan

57 tahun lalu

Kemenag Ajak Tokoh Agama Sulut Tingkatkan Moderasi Beragama di Bulan Ramadhan

57 tahun lalu

Santri di Bandung Diharapkan Jadi Pioner Kedepankan Moderasi Beragama sebagai Tren

57 tahun lalu

Kemenag Ajak Pimpinan Gereja di Sulut Dukung Moderasi Beragama 

57 tahun lalu

Masifkan Moderasi Beragama di Sulawesi Utara, Kemenag Minta Pejabat Kreatif 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal