GARUT, iNews.id - Dua ahli berhalangan hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus makar tiga jenderal Negara Islam Indonesia (NII) di Pengadilan Negeri (PN) Garut, Kamis (10/3/2022). Satu ahli tak datang lantaran sedang melaksanakan tugas dan satu lagi sedang isolasi mandiri (isoman) lantaran terpapar Covid-19.
"Saksi ahli pidana dan ahli bahasa tidak bisa hadir dalam persidangan kali ini," kata anggota tim jaksa penuntut umum (JPU) Solihin kepada Ketua Majelis Hakim Haris Tewa di persidangan.
Solihin menyatakan, ahli pidana berhalangan hadir karena tengah menggelar sidang akademik. Sementara ahli bahasa, berhalangan oleh sebab terpapar Covid-19. "Saksi ahli bahasa berhalangan karena sedang isoman," ujarnya.
Dengan demikian, saksi yang hadir dalam persidangan pemeriksaan saksi itu hanya tiga orang. Sebelumnya, Ketua Tim JPU Neva Sari Susanti menyatakan akan menghadirkan lima orang saksi di persidangan Kamis ini.
"Semoga kelima saksi ini bisa hadir ya, mudah-mudahan," tutur Neva Sari Susanti yang juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut ini.