Departemen Perhubungan AS Akan Gunakan AI Buat Regulasi, Tuai Pro dan Kontra

Dani M Dahwilani
Departemen Perhubungan Amerika Serikat (DOT) tengah mempertimbangkan penggunaan AI untuk mempercepat proses penyusunan peraturan federal. (Foto: Ilustrasi/AI)

ProPublica juga melaporkan DOT mempertimbangkan penggunaan Gemini, model AI milik Google, untuk membantu menyusun rancangan peraturan. Teknologi ini disebut mampu menghasilkan draf regulasi hanya dalam hitungan detik hingga menit, jauh lebih cepat dibanding proses konvensional.

Zerzan bahkan menyebut, “Anda seharusnya tidak membutuhkan waktu lebih dari 20 menit untuk mendapatkan rancangan peraturan dari Gemini.” 

Target besarnya, proposal kebijakan bisa berubah dari ide awal menjadi draf lengkap yang siap ditinjau Kantor Informasi dan Urusan Regulasi dalam waktu 30 hari.

Dalam sebuah presentasi internal, Gemini disebut berpotensi menulis sekitar 80 hingga 90 persen isi peraturan. Sisanya akan disempurnakan oleh manusia, termasuk memeriksa potensi kesalahan, bias, atau halusinasi yang kerap muncul dalam sistem AI.

Meski demikian, kekhawatiran datang dari sejumlah pegawai dan mantan pejabat pemerintah. Mike Horton, salah satu mantan pejabat DOT, menyamakan penggunaan AI dalam penyusunan regulasi seperti “meminta seorang siswa magang SMA menulis peraturan Anda.”

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
13 hari lalu

Unik, Salesforce Kembangkan Teknologi AI untuk UKM

24 hari lalu

Buruh Minta Pajak Pencairan Dana JHT Dihapus, Purbaya Kaji Regulasi

27 hari lalu

Pramono Tegaskan Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta Bukan Aturan Baru, Mengacu Pergub 88/2019

2 bulan lalu

Dorong Penguasaan Teknologi AI, Komdigi Kerja Sama ASEAN Foundation

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal