“Saya nggak ikhlas anak saya dituntut mati karena dia tidak mengetahui itu barang, tidak terlibat dengan jaringan narkoba sebanyak itu, apalagi dia dengan posisi baru berlayar. Jadi di mana salahnya? Makanya saya nggak terima anak saya dialah harapan kami, dialah kebanggaan keluarga, dialah tulang punggung kami,” sambung dia.
Bahkan, ia mengaku rela menggantikan posisi anaknya. Oleh karena itu, ia meminta bantuan, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto agar membebaskan vonis sang anak.
“Saya nggak mau anak saya dihukum mati, biarlah saya yang jadi gantinya, saya rela, saya ikhlas demi anak saya. Makanya saya bermohon kepada Bapak Presiden Prabowo tolonglah bantu saya, saya orang yang tak punya, orang susah kemana lagi saya minta tolong kecuali sama beliau karena dialah harapan saya satu-satunya,” pungkas dia.