Teurungkap, Trump Ingin Cepat-Cepat Gencatan Senjata dengan Iran sejak 21 Maret
LONDON, iNews.id - Ada inisiatif senyap di balik tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump pada Rabu (7/4/2026) malam secara mengejutkan, mengumumkan gencatan senjata selama 2 minggu dengan Iran.
Pengumuman itu disampaikan 1 jam sebelum habisnya batas waktu AS untuk menyerang infrastruktur energi dan sipil Iran karena enggan membuka Selat Hormuz.
Spekulasi yang beredar saat itu, Trump hanya menunda serangan infrastruktur Iran, bukan mengumumkan gencatan senjata yang berarti menghentikan serangan secara total selama 2 minggu.
Surat kabar Inggris, The Financial Times (FT), mengutip keterangan beberapa sumber pejabat AS, melaporkan gencatan senjata selama 2 minggu sebagian besar didorong oleh inisiatif Washington. Pemerintahan Trump secara diam-diam bekerja di balik layar selama beberapa pekan untuk menghentikan perang, meski Trump terus mengeluarkan ancaman akan menghancurkan peradaban Iran.
Iran Ancam AS, Negosiasi Damai Akan Buntu jika Lebanon Terus Diserang
Disebutkan, Trump sebenarnya menginginkan gencatan senjata sejak 21 Maret, saat pertama kali mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran di tengah kekhawatiran atas lonjakan harga minyak dunia.