Iran: Israel Serang Lebanon agar Netanyahu Terhindar dari Sidang Kasus Korupsi
TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk mengabaikan keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin perang di Timur Tengah terus berkobar. Israel menyerang Lebanon habis-habisan, menewaskan ratusan orang dalam waktu singkat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.
Padahal, Iran memasukkan Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata. Kini, prospek perdamaian AS-Iran, yang perundingannya berlangsung di Pakistan hari ini, tersandera oleh keputusan Netanyahu menyerang Lebanon.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, dalam poalstingan di media sosial X, Kamis (9/4/2026), menilai salah satu alasan mengapa Netanyahu ngotot melanjutkan perang adalah untuk menghindari kasus hukum yang menjeratnya. Dia duduk di kursi pesakitan atas tuduhan korupsi yang sidangnya telah berlangsung lama.
"Pemberlakuan gencatan senjata di seluruh Timur Tengah, termasuk Lebanon bisa mempercepat pemenjaraan Netanyahu," katanya.
Trump: Kapal-Kapal Perang AS Siaga di Sekitar Iran sampai Kesepakatan Damai Tercapai
Sidang pidana Netanyahu akan dilanjutkan pada Minggu (12/4/2026), setelah ditunda beberapa pekan terkait kondisi darurat sistem peradilan Israel akibat perang melawan Iran.
Sidang berikutnya dijadwalkan pada pukul 09.30 di Pengadilan Negeri Yerusalem. Proses pengadilan akan kembali ke format reguler, termasuk sesi di Yerusalem pada Minggu dan Pengadilan Negeri Tel Aviv dari Senin hingga Rabu.
Iran Peringatkan Kapal-Kapal Lintasi Selat Hormuz: Banyak Ranjau!
Editor: Anton Suhartono