Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teurungkap, Trump Ingin Cepat-Cepat Gencatan Senjata dengan Iran sejak 21 Maret
Advertisement . Scroll to see content

Iran: Israel Serang Lebanon agar Netanyahu Terhindar dari Sidang Kasus Korupsi

Jumat, 10 April 2026 - 07:27:00 WIB
Iran: Israel Serang Lebanon agar Netanyahu Terhindar dari Sidang Kasus Korupsi
Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk mengabaikan keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin perang di Timur Tengah terus berkobar (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk mengabaikan keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin perang di Timur Tengah terus berkobar. Israel menyerang Lebanon habis-habisan, menewaskan ratusan orang dalam waktu singkat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.

Padahal, Iran memasukkan Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata. Kini, prospek perdamaian AS-Iran, yang perundingannya berlangsung di Pakistan hari ini, tersandera oleh keputusan Netanyahu menyerang Lebanon.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, dalam poalstingan di media sosial X, Kamis (9/4/2026), menilai salah satu alasan mengapa Netanyahu ngotot melanjutkan perang adalah untuk menghindari kasus hukum yang menjeratnya. Dia duduk di kursi pesakitan atas tuduhan korupsi yang sidangnya telah berlangsung lama.

"Pemberlakuan gencatan senjata di seluruh Timur Tengah, termasuk Lebanon bisa mempercepat pemenjaraan Netanyahu," katanya.

Sidang pidana Netanyahu akan dilanjutkan pada Minggu (12/4/2026), setelah ditunda beberapa pekan terkait kondisi darurat sistem peradilan Israel akibat perang melawan Iran.

Sidang berikutnya dijadwalkan pada pukul 09.30 di Pengadilan Negeri Yerusalem. Proses pengadilan akan kembali ke format reguler, termasuk sesi di Yerusalem pada Minggu dan Pengadilan Negeri Tel Aviv dari Senin hingga Rabu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut