Ditegaskan kembali oleh Rektor, bahwa kegiatan ini adalah bentuk implementasi kerja sama Pemda Provinsi Bali dan Untar yang telah disepakati dalam nota kesepahaman antara Gubernur Bali Wayan Koster dan Rektor Untar, saat memberikan orasi pada acara wisuda ke-80 Untar, Oktober silam.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untar Ir Jap Tji Beng, MMSI, M.Psi., Ph.D., M.AIS., M.APA menekankan kembali berbagai program yang telah dilakukan Untar dalam pengembangan kewirausahaan baik dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, maupun pendampingan yang sudah berjalan dengan mitra UMKM di Jambi dan Belitung.
Seminar ini juga menghadirkan beberapa dosen Untar dari berbagai bidang ilmu, antara lain psikologi, ekonomi, komunikasi dan desain. Pemaparan narasumber Sri Tiatri, Ph.D, Psikolog memberikan penguatan bagi pelaku UMKM penyandang disabilitas untuk tetap tangguh, walaupun terkadang masyarakat masih memandang sebelah mata.
"Kegiatan hari ini memberikan wadah bagi para UMKM khususnya penyandang disabilitas, untuk saling mendukung agar lebih berkembang,” ujar Jigo pemilik UMKM Jig-o-jig.
Dengan usahanya yang menjual berbagai merchandise mulai dari pakaian, hingga produk yang mendukung go green seperti sedotan bambu, Jigo berharap UMKM disabilitas juga mampu bersaing di taraf internasional.