Karena itu, Golkar meminta pemerintah tidak bergantung pada satu atau dua negara pemasok energi. Diversifikasi sumber energi dinilai penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi gejolak geopolitik di masa mendatang.
"Kita harus mendiversifikasi sumber energi dan tidak boleh terlalu bergantung pada satu atau dua negara pemasok saja. Pemerintah perlu menjajaki alternatif sumber energi baru dari berbagai kawasan dan berbagai mitra agar kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak membuat kita tak berdaya," tutur Sarmuji.
Dia juga mendorong pemerintah memperkuat kerja sama bilateral dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk Iran, guna membangun kemitraan jangka panjang di bidang energi dan perdagangan nonmigas.
"Golkar berharap kesepakatan ini menjadi titik awal rekonstruksi kawasan yang lebih stabil, adil, dan damai bukan hanya gencatan senjata di atas kertas," ucap dia.